FPKB: Kesetaraan Gender dalam Politik Masih Jauh dari Harapan

0
57

JAKARTA, dibalikparlemen.com – Kesetaraan gender di dunia perpolitikan di Indonesia masih jauh dari harapan. Kesenjangan gender di politik menunjukkan rendahnya representasi perempuan dalam jabatan politik dan kepala pemerintahan. Meski peran perempuan di parlemen dan pemerintahan sudah lebih besar, namun belum menunjukkan adanya kesetaraan.

Demikian disampaikan Ketua Kelompok Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Komisi V DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada Minggu (8/3/2010).

“Dunia perpolitikan Indonesia memang masih didominasi oleh kaum laki-laki. Kuota keterwakilan perempuan dalam politik sebesar 30 persen yang telah ditetapkan pemerintah, juga belum dimanfaatkan dengan optimal. Kuota itu baru terisi 20,52 persennya saja,” tegas Neng Eem, Minggu (8/3/2020).

Padahal, lanjut Neng Eem, keterwakilan perempuan dalam politik sudah memiliki payung hukum yang jelas dan tegas. Tapi, masih banyak persoalan di luar hukum, yang menyebabkan kuota tersebut gagal dipenuhi.

“Indonesia adalah negara demokrasi yang memberikan hak yang sama bagi laki-laki dan perempuan untuk berpartisipasi dalam dunia politik. Akan tetapi, perempuan masih menghadapi berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan budaya, yang menghambatnya untuk berpartisipasi secara aktif di dunia politik,” ujarnya.

Menurut Neng Eem, persoalan-persoalan tersebut mengakibatkan porsi keterwakilan perempuan dalam politik sebesar 30 persen, masih belum tercapai. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahun 2019 menunjukkan bahwa dari total 575 anggota DPR RI, hanya 118 orang atau 20,52% adalah perempuan. Sedangkan, sebanyak 457 orang sisanya adalah laki-laki.

Selain itu, Neng Eem juga menyoroti laporan World Economic Forum tahun 2020 yang melakukan penilaian kesenjangan gender di 149 negara dengan melihat pencapaian di beberapa bidang, termasuk politik. Skor untuk Indonesia terbilang buruk karena masih jauh dari skala 1 yang menunjukkan kesetaraan. Di bidang politik, Indonesia berada di posisi ke-82 dengan skor sebesar 0,172, berada di bawah Filipina yang berada di posisi 29 dengan skor 0,353.

“Kondisi kesetaraan gender di Indonesia, khususnya bidang politik, memang masih sangat memprihatinkan. Pemerintah harus melakukan berbagai upaya secara komprehensif untuk menunjang partisipasi perempuan di dunia politik. Payung hukum tidaklah cukup, karena harus didukung dengan perbaikan ekonomi, pendidikan, budaya, kesehatan, persepsi, dan aspek-aspek lainnya,” pungkas Neng Eem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here