Foto Mayat Corona Bergelimpangan Itu Hoaks

0
204

JAKARTA, dibalikparlemen.com – Sebuah foto yang menampilkan sekelompok orang tergeletak di jalanan yang diduga merupakan korban wabah virus corona beredar di media sosial Facebook pada Rabu (29/1/2020).

Adapun unggahan tersebut dibubuhi dengan narasi yang berisi, foto orang tergeletak itu diduga berlokasi di Kota Wuhan, China. Selain itu, angle foto itu diambil menggunakan satelit.

Berikut bunyi narasinya:

“Keterangan Foto Mayat mayat orang Cina bergelimpangan di jalan jalan kota Wuhan Cina foto di ambil dari Satelit Azab Untuk China Komunis China menyiksa dan membunuh suku Uyghur.

China menindas dan menyiksa ummat Islam di Xinjiang.
China memutilasi tubuh manusia untuk diperjual belikan. China dengan kemajuan teknologi militernya ingin mencaplok wilayah laut Indonesia.

China menggunakan uang dan tipu daya merusak negara-negara lain demi memperluas amvisi kekuasaannya.
China merasa hebat dan mampu untuk menundukkan negara-negara bodoh peminjam uang.

China merasa sombong dengan kekejaman dan tipu daya komunismenya. Kini Allah mengirim azab berupa tentara kecil yang tak terlihat untuk mengazab dan menghancurkan mereka, tentara kecil Allah itu tidak memiliki nuklir dan tidak butuh peralatan perang.”

Demikianlah Allah menghinakan bangsa yang akan dibinasakannya. Tidak cukupkah sejarah kehancuran kaum Aad dan Tsamuud ? Tidak belajarkah mereka pada kematian Raja Namrud yang mati hanya oleh se ekor nyamuk ? Semoga China Sadar akan perbuatannya dan insaf kembali kepangkal jalan ….”

Hingga kini, unggahan foto itu telah direspons sebanyak 19 kali dan telah dibagikan sebanyak 5 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

Mengetahui adanya foto tersebut, tim Fact Checker melakukan penelusuran menggunakan tools Google Image. Didapatkan hasil bahwa foto sekelompok orang tergeletak itu merupakan salah satu aksi yang dilakukan guna mengenang 528 korban pembantaian Nazi di Katzbach, Jerman, pada 1945.

Adapun aksi pengenangan itu terjadi di Frankurt, Jerman. Sementara itu, berdasarkan informasi dari South China Morning Post (SCMP), ketika masa pembantaian, para tahanan dipaksa bekerja untuk bekas pabrik industri Adler.

Mereka ikut serta dalam pawai maut menuju kamp konsentrasi Buchenwald dan Dachau pada 24 Maret 1945 silam. Kemudian, para korban dimakamkan di pemakaman pusat di Frankurt. Di sisi lain, media VOA juga menginformasikan, foto sekelompok orang tergeletak di jalanan tersebut merupakan aksi mengenang 528 korban pembantaian Nazi.

Aksi pengenangan yang dilakukan warga setempat itu terjadi pada 24 Maret 2014. Dari hasil penelusuran, foto tersebut diambil oleh Reuters. Dari penelurusan sejumlah sumber diketahui narasi yang menyebut orang-orang yang tergeletak dalam foto merupakan korban virus corona berkode 2019-nCov adalah tidak benar (hoaks).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here